
, JAKARTA - Deretan orang terkaya di Indonesia kembali bergerak memasuki mengawali November. Sejumlah taipan teratas juga tercatat mengalami kenaikan kekayaan dibandingkan dengan pada bulan lalu.
Para pengusaha, terutama yang bergerak di beragam industri sekaligus berhasil menjadi pemimpin peringkat.
Prajogo Pangestu masih memimpin di urutan orang terkaya nomor 1 Indonesia, dengan kekayaan US$41,5 miliar, naik US$500 juta dibandingkan dengan awal bulan lalu US$41 miliar.
Di peringkat orang kaya dunia, Prajogo Pangestu meraih posisi ke-39, melesat dari awal bulan lalu di posisi ke-43.
Sementara itu, posisi kedua masih ditempati oleh Low Tuck Kwong, yang masih merajai sektor energi dan menempati peringkat ke-90 dunia.
Selanjutnya itu, R. Budi Hartono, yang ketiga di Indonesia, yang memberikan kontribusi signifikan di sektor keuangan dan investasi naik ke peringkat ke-107 dunia.
Tokoh-tokoh penting lainnya termasuk Michael Hartono, yang keempat di Indonesia, seorang pelopor di bidang Manufaktur di peringkat ke-112 dunia, dan Keluarga Tahir naik ke posisi ke-5 di Indonesia dan berada di peringkat ke-233 dunia.
Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per 4 November 2025:
1. Prajogo Pangestu: US$41,5 miliar
Prajogo Pangestu memulai bisnisnya dari industri kayu di akhir tahun 1970-an dan kemudian mendirikan Barito Pacific Timber, dan membawanya melantai di bursa pada tahun 1993.
Perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi Barito Pacific dan melepas bisnis kayunya pada tahun 2007 serta beralih menjadi industri petrokimia dengan mengakuisisi 70% saham perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga menjual di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2011, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Pada tahun yang sama, Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri.
Setelah melantai di bursa pada tahun 2023, Prajogo mendaftarkan anak perusahaan energi terbarukan, Barito Renewables Energy, di akhir tahun.
2. Low Tuck Kwong: US$25,4 miliar
Sang Raja Batu Bara merupakan pria kelahiran Singapura, dan mendulang kekayaannya dari perusahaan batu bara yang dia dirikan, Bayan Resources.
Dia juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources, dan memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Low Tuck Kwong juga mendulang kekayaan dari kepemilikan saham di SEAX Global, perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
3. R. Budi Hartono: US$22 miliar
R. Budi Hartono bersama dengan Michael Hartono, termasuk di antara orang terkaya di Indonesia. Sebagian besar kekayaan mereka berasal dari investasi di Bank Central Asia.
Keluarga Hartono membeli saham BCA setelah keluarga kaya lainnya, keluarga Salim, kehilangan kendali bank tersebut selama krisis ekonomi Asia 1997-1998.
Keluarga ini juga mengawali kejayaannya dari bisnis tembakau dan masih menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. .
Dalam IPO terbesar kedua di Indonesia pada tahun 2022, kedua bersaudara ini mencatatkan sahamnya di Global Digital Niaga, perusahaan induk raksasa e-commerce Blibli, dan berhasil meraih US$510 juta.
4. Michael Hartono: US$21,1 miliar
Michael "Bambang" Hartono merupakan saudara R. Budi, yang bersama-sama masuk dalam deretan orang terkaya di Indonesia.
Keduanya memiliki sumber kekayaan yang sama, di mana sebagian besar berasal dari investasi di Bank Central Asia dan dari bisnis tembakau di mana Djarum, yang masih menjadi satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
5. Tahir dan keluarga: US$12,1 miliar
Dato' Sri Tahir adalah pendiri Mayapada Group, perusahaan konglomerat yang bergerak di bidang perbankan, layanan kesehatan, media, dan properti.
Tahir sekeluarga mendulang kekayaan dari kepemilikan saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia yang terdaftar di bursa saham. Dia juga mendapat kekayaan dari kepemilikan properti di Singapura, termasuk melalui perusahaan properti MYP yang terdaftar di bursa saham.
Sementara itu, istrinya, Rosy, juga berasal dari keluarga taipan Indonesia, yakni anak Mochtar Riady.
10 Orang Terkaya Indonesia November 2025, Haryanto Tjiptodihardjo Kembali Masuk Daftar
6. Otto Toto Sugiri: US$11,4 miliar
Salah satu yang mengalami penurunan kekayaan dalam sebulan terakhir, Otto Toto Sugiri adalah salah satu pendiri dan CEO DCI Indonesia.
Dia membangun perusahaan ini pada tahun 2011 dan mengembangkannya menjadi salah satu operator pusat data terbesar di Indonesia dan tercatat di bursa pada tahun 2021.
Sebelum mendirikan DCI, Sugiri mendirikan Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989, yang kemudian diakuisisi oleh Telkom Indonesia dan kini bernama Telkomsigma.
Pada tahun 1994, Otto juga mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, yang juga telah melantai di bursa pada tahun 2021. Pada tahun 2023, dia dan para pendiri lainnya menjual saham mereka ke Digital Edge dari Singapura.
7. Sri Prakash Lohia: US$8,6 miliar
Sri Prakash Lohia merupakan pengusaha asal India yang menetap di Inggris, dan sebagian besar kekayaannya dari produksi pupuk dan polimer.
Namun, dia memiliki peruahaan tekstil besar di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1970-an, ketika dia dan ayahnya pindah dari India ke Indonesia, dan mendirikan Indorama Corp. sebagai produsen benang pintal.
Kini, perusahaan ini menjadi pusat material, memproduksi produk-produk industri termasuk pupuk, poliolefin, bahan baku tekstil, dan sarung tangan medis.
8. Marina Budiman: US$8,2 miliar
Marina Budiman juga mendulang kekayaannya dari menjadi salah satu pendiri dan presiden komisaris perusahaan pusat data DCI Indonesia.
Bersama Otto Toto Sugiri, dia juga menjadi pendiri DCI pada tahun 2011, dan juga bersama Han Arming Hanafia. Sebelum DCI, Marina sempat bekerja bersama Sugiri di Bank Bali pada tahun 1985 dan bergabung dengan perusahaan TI Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989.
Marina juga merupakan salah satu pendiri Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, pada tahun 1994 yang kemudian menjual sahamnya pada tahun 2023.
9. Haryanto Tjiptodihardjo: US$7 miliar
Menggeser Mochtar Riady dan Keluarga, Haryanto Tjiptodihardjo masuk dalam daftar 10 orang terkaya versi Forbes November ini.
Dia mengelola Impack Pratama Industri yang terdaftar di bursa saham, didirikan pada tahun 1981 oleh ayahnya, Handojo.
Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan ini merupakan produsen atap berbasis polimer terbesar di Indonesia berdasarkan pangsa pasar dan memproduksi material konstruksi lainnya seperti papan lantai dan pipa.
Perusahaan ini juga mengoperasikan pabrik di Australia, Malaysia, Selandia Baru, dan Vietnam.
Haryanto sendiri bergabung dengan perusahaan ini pada tahun 1986 setelah lulus dengan gelar MBA dari Woodbury University di AS.
Haryanto menjual Mulford Holdings, perusahaan pembuat lembaran plastik yang berbasis di Australia, kepada Impack Pratama Industri senilai Rp808 miliar (US$53 juta) pada Juni 2024 untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
10. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono" US$5,4 miliar
Menggeser Han Arming Hanafia, Lim dan keluarganya meraup kekayaan dari menjadi pemilik saham mayoritas di perusahaan minyak sawit Bumitama Agri yang terdaftar di bursa saham Singapura, tapi perkebunannya berlokasi di Indonesia.
Putranya, Lim Gunawan Hariyanto, adalah CEO Harita Group milik keluarganya. Harita Group juga memiliki saham mayoritas di perusahaan pertambangan bauksit Cita Mineral Investindo yang terdaftar di bursa saham.
Dia juga mengelola perusahaan pengolahan nikel terintegrasi Trimegah Bangun Persada, yang meraih US$650 juta dalam IPO pada tahun 2023.

Post a Comment for "Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia November 2025, Haryanto Tjiptodihardjo Kembali Masuk Daftar"